TEKNIK PREPARASI PADA SAMPEL BUAH DAN SAYUR

Dalam identifikasi atau analisa diperlukan preparasi sampel dan hasil identifikasi atau analisa yang baik bisa dicapai dengan menggunakan teknik pengambilan sampel bahan dilakukan secara benar dan representatif. Pengambilan perlu memperhatikan homogenitas sampel yaitu efek ukuran dan berat partikel sangat berpengaruh terhadap homogenitas bahan. Teknik preparasi sampel adalah bagian dari proses analisis yang sangat penting. Mengapa ? Karena teknik preparasi sampel adalah proses yang harus dilakukan untuk menyimpan sampel sehingga siap untuk dianalisa menggunakan metode atau instrumentasi yang sesuai. Preparasi sampel adalah pengurangan massa dan ukuran dari gross sampel sampai pada massa dan ukuran yang cocok untuk dianalisa. Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti dan dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Adapun parameter yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel, yaitu :

  • Homogenitas sampel

Efek ukuran dan berat partikel sangat berpenagruh terhadap homogenitas bahan, dimana bagian yang berukuran dan berat lebih besar cenderung akan berpisah dengan bagian yang lebih kecil dan ringan. Oleh karena itu sebelum sampel diambil, bahan harus dicampur secara merata atau sampel diambil secara acakdari beberapa bagian baik bagian dasar, tengah maupun bagian atas sehingga diperoleh sampel yang representative atau mewakili. Begitu pula dengan tanaman disuatu lahan, kualitas pada setiap bagian tanaman atau lahan mempunyai kualitas yang berbeda.

  • Cara pengambilan sampel

Sampel dari bahan dapat diambil secara selektif atau non-selektif. Selektif adalahpengambilan sampel secara acak dari bagian tertentu suatu bahan. Misalnya daun sawi, dipisahkan pengambilan batang dan daun. Non-selektif adalah pengambilan sampel secara acak dari keseluruhan bahan tanpa memperhatikan atau meisahkan bagian dari bahan tersebut. Misalnya daun sawi tadi diambil dari seluruh bagian sampel, baik daun maupun batang dipotong-potong dan dicampur secara merata agar diperoleh bahan yang homogen.

  • Jumlah Sampel

Jumlah sampel yang diguanakan sangat berpengaruh terhadap tingkat representative sampel yang diambil. Sebagai pedoman sampel yang diambil adalah 10 persen dari jumlah bahan.

  • Penanganan sampel

Sampel yang telah diambil harus segera diamankan agar tidak rusak atau berubah sehingga mempunyai sifat yang berbeda dari mana sampel tersebut diambil.

  • Prosesing Sampel

Untuk tujuan evaluasi terutama evaluasi secara mikroskopis, kimia dan biologis, semua sampel harus digiling  sehingga diperoleh sampel yang halus.

Sayur dan buah merupakan komoditas hortikultura yang banyak mengandung vitamin dan mineral, selain itu juga memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber pendapatan petani bahkan sumber devisa negara. Konsumsi sayur dan buah pada saat ini sudah mulai meningkat, karena mulai adanya kesadaran bahwa dengan mengkonsumsi sayur dan buah berarti hidup akan bertambah sehat.

Namun sayangnya, dalam kegiatan produksi sayur dan buah sering menghadapi kendala serangan hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen atau minimal hasilnya berkurang. Salah satu cara yang selama ini digunakan untuk mengatasinya adalah penggunaan pestisida. Di sisi lain pestisida merupakan bahan kimia, sehingga pemakaian yang berlebihan dapat menjadi sumber pencemar pada bahan pangan, air, dan lingkungan hidup.

Masalah utama bagi kesehatan masyarakat adalah adanya residu pestisida dalam makanan, termasuk dalam sayur dan buah. Residu yang ditinggalkan dapat secara langsung maupun tidak langsung sampai ke manusia. Residu pestisida dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang dapat ditunjukkan dengan adanya gejala akut (sakit kepala, mual, muntah, dan lain-lain) dan gejala kronis (kehilangan nafsu makan, tremor, kejang otot, dan lain-lain) (Isnawati, 2005).

Residu pestisida yang terkandung dalam makanan akan tertimbun dalam tubuh dan menimbulkan berbagai reaksi berbahaya yang secara perlahan-lahan menggerogoti dan merusak sel-sel tubuh. Setelah tiba waktunya, muncullah berbagai jenis penyakit berbahaya, seperti kanker, ginjal, hati, jantung, stroke, gangguan saluran pencernaan, susunan syaraf pusat, gangguan otak, limpa, atau pankreas. Penyakit ini bisa timbul beberapa tahun kemudian setelah seseorang mengkonsumsi sayur atau buah yang mengandung zat berbahaya tersebut. Melihat berbagai fenomena tersebut, maka perlu dilakukan pengujian residu pestisida pada buah dan sayur yang beredar demi keamanan masyarakat yang mengkonsumsi.

Adapun teknik preparasi sampel sebagai berikut :

sampling(1)
Pengambilan Sampel Berlawanan
sampling
Pengambilan Sampel Diagonal
sampling1
Pengambilan Sampel Acak

                             

Beberapa teknik sampling dengan sampel sayur dan buah :

  1. Untuk tanaman berakar atau buah

sampling sayur buah

  • Tanah atau pasir yang menempel pada buah dibersihkan
  • Akar dan batang buah dibuang
  1. Untuk sayur-buah dengan kulit:

sampling sayur buah1

  • sayur-buah, yang memiliki bentuk bulat, dibagi menjadi 4 – 6 bagian.
  • Pilih sisi yang berlawanan menjadi 2 bagian kemudian dipotong.
  1. Untuk Sampel daun :

sampling sayur buah2

  • Akar daun dibuang
  • dibagi menjadi 2 bagian dari sisi panjang di batang dan kemudian pilih salah satu dan memotong secara menyeluruh
  1. Untuk kacang panjang :

Sampel dibagi menjadi 3 bagian, dicampur secara bersamaan dan pilih 200-300 gram dan poton g secara menyeluruh.

sampling sayur buah223

  1. Untuk sayuran dan buah yang biasa hanya di potong menjadi kotak-kotak kecil seperti pada gambar.

(Tapi untuk sayur dan buah yang mempunyai banyak kandungan air seperti tomat, dipotong secara menyeluruh)

5

Tujuan pengambilan sampel agar  sampel yang diambil dapat memberikan informasi yang cukup untuk dapat mengestimasi jumlah populasinya.  Jika kita ingin melakukan peneitian sampel pada suatu populasi besar, kita tidak perlu meneliti setiap unit dari populasi akan tetapi cukup hanya mengambil sebagian saja pada sampel.