PROMO RAMADHAN

BERKAH RAMADHAN

 

RAPID TEST KIT berkah ramadhan
Promo berlaku untuk setiap Pembelian Rapid Test Kit
transaksi terjadi pada tanggal 1 -30 Ramadhan tahun ini

 

Hubungi kami untuk info lebih lanjut

Phone : 021 – 8838 5761, 0821 2255 5339

Fax : 021 – 8838 5759

Pin BB : 538914A7

Call/WhatsApp : 0878 8895 8140

AWAS !! BAHAYA KONTAMINASI RHODAMIN B YANG BERSIFAT KARSINOGENIK DITAMBAHKAN PADA MAKANAN ANDA

 Rhodamin B Test KIt

Zat pewarna yang digunakan dalam produksi pangan dapat berupa zat pewarna alami maupun sintetis/buatan. Zat pewarna alami dapat diperoleh dari pigmen tanaman, misalnya warna hijau yang didapat dari klorofil dedaunan hijau dan warna oranye-merah yang berasal dari karotenoid wortel. Sedangkan zat pewarna sintetis merupakan zat pewarna yang sengaja dibuat melalui pengolahan industri. Zat pewarna sintetis biasanya digunakan karena komposisinya lebih stabil, Pada produk pangan yang perlu dihindari adalah penggunaan zat pewarna yang berlebihan, tidak tepat, dan penggunaan zat pewarna berbahaya yang tidak diperuntukkan untuk pangan karena dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, contohnya adalah Rhodamin B

Penggunaan zat pewarna baik alami maupun buatan sebagai bahan tambahan makanan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 722/MenKes/Per/VI/88 mengenai Bahan Tambahan Makanan. Sedangkan zat warna yang dilarang digunakan dalam pangan tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 239/MenKes/Per/V/85 mengenai Zat Warna.

rhodamin pewarna

Rhodamin B adalah salah satu bahan pewarna sintesis makanan yang dilarang penggunaannya di Indonesia utamanya sejak 1985 melalui Peraturan Menteri Kesehatan. WHO secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya

Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan akan berwarna merah terang  berpendar atau berfluorosensi. Rhodamin B merupakan zat warna golongan xanthenes dyes yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, sebagai pewarna kain, kosmetika, produk pembersih mulut, dan sabun. Nama lain rhodamin B adalah D and C Red no 19. Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine, dan Brilliant Pink.

Sejauh ini penggunaan rhodamin B sebagai zat tambahan makanan dikalangan masyarakat masih cukup luas, karena harga rhodamin b masih relative lebih murah dan warna yang dihasilkan pun lebih menarik dari pada pewarna pangan biasa sehingga masyarakat masih menggunakan jenis pewarna ini . Adanya produsen yang menggunakan rhodamin B sebagai bahan tambahan dalam makanan dapat disebabkan oleh pengetahuan yang tidak memadai mengenai bahaya penggunaan bahan kimia tersebut pada kesehatan dan juga karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Penggunaan rhodamin B dalam pangan tentunya berbahaya bagi kesehatan.  Rhodamin B sering disalahgunakan pada pembuatan kerupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis/kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman, dan lain-lain.

Ciri-ciri pangan yang mengandung rhodamin B antara lain :

  • warnanya cerah mengkilap dan lebih mencolok, terkadang warna terlihat tidak homogen (rata)
  • ada gumpalan warna pada produk
  • bila dikonsumsi rasanya sedikit lebih pahit
  • Biasanya produk pangan yang mengandung rhodamin B tidak mencantumkan kode, label, merek, atau identitas lengkap lainnya.

Mengapa Rhodamin B itu berbahaya ??

Bahaya Rhodamin B bagi Kesehatan Menurut WHO, rhodamin B berbahaya bagi kesehatan manusia karena sifat kimia dan kandungan logam beratnya. Rhodamin B mengandung senyawa klorin (Cl). Senyawa klorin merupakan senyawa halogen yang berbahaya dan reaktif. Jika tertelan, maka senyawa ini akan berusaha mencapai kestabilan dalam tubuh dengan cara mengikat senyawa lain dalam tubuh, hal inilah yang bersifat racun bagi tubuh. Selain itu, rhodamin B juga memiliki senyawa pengalkilasi (CH3-CH3) yang bersifat radikal sehingga dapat berikatan dengan protein, lemak, dan DNA dalam tubuh.

Penggunaan zat pewarna ini dilarang di Eropa mulai 1984 karena rhodamin B termasuk bahan karsinogen (penyebab kanker) yang kuat. Uji toksisitas rhodamin B yang dilakukan terhadap mencit dan tikus telah membuktikan adanya efek karsinogenik tersebut.

Apa dampak Rhodamin B bagi kesehatan ?

Konsumsi rhodamin B dalam jangka panjang dapat terakumulasi di dalam tubuh dan dapat menyebabkan gejala pembesaran hati dan ginjal, gangguan fungsi hati, kerusakan hati, gangguan fisiologis tubuh, atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati.

Bagaimana jika tertelan Rhodamin B ?

Perlu diketahui bahwa rhodamin B juga dapat menimbulkan efek akut jika tertelan sebanyak 500 mg/kg BB, yang merupakan dosis toksiknya. Efek toksik yang mungkin terjadi adalah iritasi saluran cerna. Jika hal tersebut terjadi maka tindakan yang harus dilakukan antara lain segera berkumur, jangan menginduksi muntah, serta periksa bibir dan mulut jika ada jaringan yang terkena zat beracun. Jika terjadi muntah, letakan posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah terjadinya muntahan masuk ke saluran pernapasan (aspirasi paru). Longgarkan baju, dasi, dan ikat pinggang untuk melancarkan pernapasan. Jika diperlukan segera bawa pasien ke rumah sakit atau dokter terdekat.

Bagaimana cara menghindari penggunaan zat warna buatan pada produk makanan ?

  1. Baca jenis dan jumlah pewarna yang di gunakan dalam produk tersebut
  2. Perhatikan label pada setiap kemasan produk. Pastikan tercantum izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang tertulis :”POM dan Nomor izin pendaftaran”.Atau jika produk tersebut hasil industri rumah tangga maka harus ada nomor pendaftarannya yang tertulis : “P-IRT dan nomor izin pendaftaran”.
  3. Untuk produk makanan yang tidak di kemas kusus, sebaiknya pilih makanan atau minuman yang warnanya tidak terlalu mencolok, karena kemungkinan warna tersebut berasal dari bahan pewarna bukan makanan (non food grade) seperti pewarna textile.

Keluarga Sehat Bebas Formalin… !!!

formalin-test-kit keluarga-sehat-bebas-formalin

Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk.

Formalin biasanya diperdagangkan di pasaran dengan nama berbeda-beda antara lain :

  • Formol
  • Morbicid
  • Methanal
  • Formic aldehyde
  • Methyl oxide
  • Oxymethylene
  • Methylene aldehyde
  • Oxomethane
  • Formoform
  • Formalith
  • Karsan
  • Methylene glycol
  • Paraforin
  • Polyoxymethylene glycols
  • Superlysoform
  • Tetraoxymethyle

Mengapa formalin perlu diwasapadai ??

Sejumlah survey dan pemeriksaan laboratorium,ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. Praktek yang salah seperti ini dilakukan produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Bahan makanan yang diawetkan dengan formalin biasanya adalah mi basah, tahu, bakso, ikan asin, dan khususnya digunakan dalam pengawetan ikan segar akan tidak cepat mengalami kemunduran mutu atau busuk. Telah kita ketahui bahwa ikan termasuk dalam perishable food atau makanan yang cepat sekali membusuk. Oleh karena itu, para masyarakat menggunakan formalin dengan kadar yang tinggi agar ikan terlihat segar dan tidak mudah busuk.

Faktor yang menyebabkan masyarakat menggunakan formalin sebagai zat pengawet pada ikan segar adalah agar usaha mereka menguntungkan. Hal ini dikarenakan ikan yang diberi formalin terlihat masih sangat segar dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Namun hal yang perlu diingat adalah tidak semua produsen menggunakan formalin, namun perdaran formalin ini perlu di waspadai.

Dasar hukum yang melarang penggunaan formalin di antaranya UU No 7/1996 tentang Pangan dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.  Formalin dan metahnyl yellow merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang penggunaannya dalam makanan menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999. Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan’

Dampak formalin pada kesehatan manusia

  • Akut : efek pada kesehatan manusia langsung terlihat seperti :

 iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing

  • Kronik : efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang : iritasi kemungkin parah, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, menstruasi dan pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.

Bagaimana ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin ??

  • Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet beberapa hari dan tidak mudah busuk. ‘
  • Mie basah yang awet beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin. ‘
  • Ayam potong yang berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk. ‘
  • Ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua bukan merah segar, awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.