Kasus – Kasus Boraks pada Pangan Segar dan Olahan

Boraks merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai antiseptik, reagen kimia dan lain-lain. Tetapi bahan ini tidak boleh ada dalam pangan, karena sangat berbahaya bagi tubuh apabila kita konsumsi. Sekarang ini, banyak sekali kasus-kasus makanan yang mengandung boraks, diantaranya adalah berikut ini:

1. Bakso
2. Tahu
3. Kerupuk
4. Roti
5. Mi basah
6. Jajanan anak sekolah, dll.

Selain pangan olahan yang di atas masih ada lagi sumber pangan yg sebaiknya kita waspadai keberadaan boron/boraks dalam pangan tersebut yaitu pangan segar yg kontak dengan tanah seperti :

1. Umbi-umbian ( ubi, singkong dll)
2. Bawang
3. Kacang tanah
4. Wortel dll

Hal ini juga sangat penting untuk kita perhatikan karena seiring dengan jumlah boraks yang kita konsumsi secara tidak langsung dapat membahayakan bagi tubuh.

Mengapa PSAT pangan segar asal tumbuhan bisa terkontaminasi borak ???
Bahwa boraks digunakan juga dalam berkebun. Para petani di negara Amerika menggunakan boraks sebagai bentuk pemeliharaan dan mengendalikan serangan hama pada kebun sayur. Boraks ini ditambahkan ke tanaman sayuran bertujuan untuk menambahkan unsur boron yang merupakan salah satu unsur hara tanah serta sebagai pengendalian gulma.

Hal yang perlu dipehatikan yaitu:
Ketika boraks digunakan pada tanah kebun dalam dosis kecil, boraks memperkaya tanah dengan unsur boron dan mencegah hama. Namun, boraks terlalu banyak menyebabkan toksisitas dalam sayuran. Boron menumpuk di tanah sampai dengan 3 tahun.

Oleh karena itu, perlu kita perhatikan mengenai kandungan yang terdapat dalam pangan olahan dan segar yang akan kita konsumsi, agar tidak membahayakan bagi tubuh kita.

Efek atau akibat yang ditumbulkan apabila kita mengkonsumsi boraks dalam jumlah yang banyak salah satunya dapat mengganggu sistem pencernaan, pernafasan, sistem saraf pusat dan bahkan hingga kematian.

Mari kita STOP penggunaan BORAKS pada Pangan !

#BORAKS
#BohongituOraKerenSob!
#salamsmart
#indonesiasehat