Pewarna Alami Vs Pewarna Sintetik, Mana yang Lebih Berbahaya ?

zat-aditif-pada-makanan

Apa itu zat warna ?

Zat warna/pigmen/dye merupakan salah satu bahan yang dapat memberi, memperbaiki atau meningkatkan warna suatu produk, sehingga menciptakan citra tertentu dan membuat produk lebih menarik. Tujuannya agar produk memiliki warna seragam dan konsisten, sehingga dapat memberikan identitas bagi produk yang berbeda dengan produk lainnya.

Klasifikasi pewarna berdasarkan sumbernya :

  1. Pewarna alami (natural)
  2. Pewarna sintetik (dari penyulingan residu/minyak bumi)

Apa yang dimaksud dengan pewarna sintetis dan apa kelebihan pewarna sintetis?

Pewarna Alami (Natural dye) merupakan bahan pewarna yang diambil dari tumbuh-tumbuhan atau batu-batuan secara langsung. Contoh zat warna alami : cabai merah, daun suji, buah kakao, kunyit, dll

Pewarna sintetis (Synthetic dye) merupakan pewarna buatan yang biasanya dibuat di pabrik-pabrik dan berasal dari suatu zat kimia. Pewarna ini digolongkan sebagai zat yang berbahaya jika dicampurkan kedalam makanan. Contoh zat pewarna sintetis : indigoten, allura red, fast green, tartrazin.

Pewarna alami Pewarna buatan
Lebih aman dikonsumsi. Kadang-kadang memiliki efek negatif tertentu.
Warna yang dihasilkan kurang stabil, mudah berubah oleh pengaruh tingkat keasaman tertentu. Dapat mengembalikan warna asli, kestabilan warna lebih tinggi, tahan lama, dan dapat melindungi vitamin atau zat-zat makanan lain yang peka terhadap cahaya selama penyimpanan.
Untuk mendapatkan warna yang bagus diperlukan bahan pewarna dalam jumlah banyak. Praktis dan ekonomis
Keanekaragaman warnanya terbatas Warna yang dihasilkan lebih beraneka ragam.
Tingkat keseragaman warna kurang baik Keseragaman warna lebih baik.
Kadang-kadang memberi rasa dan aroma yang agak mengganggu. Biasanya tidak menghasilkan rasa dan aroma yang mengganggu.

Kelarutan pewarna sintetik ada dua macam yaitu dyes dan lakes. Dyes merupakan zat warna yang larut air dan diperjual belikan dalam bentuk granula, cairan, campuran warna, dan pasta. Digunakan untuk mewarnai minuman berkarbonat, miuman ringan, roti, kue-kue produk susu, pembungkus sosis, dll. Lakes adalah pigmen yang dibuat melalui pengendapan dari penyerapan dye pada bahan dasar, biasa digunakan pada pelapisan tablet, campuran adonan kue, cake dan donat.

Kelebihan pewarna sintetis dibandingkan pewarna alami :

  • Pewarna sintetis memiliki kelebihan dibandingkan dengan pewarna alami, yaitu mewarnai dengan lebih kuat meski jumlah pewarna yang digunakan hanya sedikit, lebih seragam, lebih stabil terhadap factor lingkungan seperti cahaya, pH, oksidasi dll dan biasanya lebih murah.
  • Warna yang dihasilkan dari pewarna buatan akan tetap cerah walaupun sudah mengalami proses dan pemanasan, sedangkan pewarna alami mudah mengalami degradasi atau pemudaran pada saat diolah dan disimpan.

Mengapa pewarna sintetis bahaya jika digunakan pada makanan?

Proses pembuatan zat warna sintetik biasanya melalui perlakuan pemberian asam sulfat atau asam nitrat yang sering kali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun. Pada pembuatan zat warna organik sebelum mencapai produk akhir, harus melalui suatu senyawa antara yang kadang-kadang berbahaya dan sering kali tertinggal dalam hasil akhir atau terbentuk senyawa-senyawa baru yang berbahaya.  Untuk zat pewarna yang dianggap aman, ditetapkan bahwa kandungan arsen tidak boleh lebih dari 0,0014% dan timbal (Pb) tidak boleh lebih dari 0,001 %, sedangkan logam berat lainnya tidak boleh ada.

Penggunaan zat warna yang diizinkan dan dilarang sudah diatur dalam SK Menteri Kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 mengenai Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Apa dampak penggunaan pewarna sintetis pada kesehatan ?

Laporan Center for Science in Public Interest menunjukkan, bahwa pewarna makanan dapat menyebabkan hiperaktivitas pada anak-anak, dapat mengakibatkan alergi dan kanker, bahkan dapat memiliki efek negative pada perilaku anak. Selain itu pewarna makanan juga dapat menyebabkan tumor otak, kerusakan ginjal, kanker atau gondok, serta dapat menyebabkan reaksi alergi dan minbulkan maslah kulit, pernafasan seperti batuk berkelanjutan atau asma, masalah pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan sakit kepala. Hal ini disebabkan zat pewarna tersebut mengandung bahan kimia yang tidak dapat dicerna tubuh sehingga mengendap di dalam tubuh. Selain bpj, ambang batas pemakaian menggunakan satuan mg/kg.

Contoh pemakaian zat pewarna sintetis, yaitu penggunaan zat pewarna anato pada es krim yang hanya diperkenankan (ambang batas) 100 mg/kg. Artinya, pada setiap 1 kg es krim hanya diijinkan menambah pewarna anato sebanyak 100 mg.

Pewarna sintetis biru berlian untuk kacang kapri kalengan memiliki ambang batas penggunaan 200 mg/kg. Itu berarti pada setiap 1 kg kacang kapri hanya boleh ditambahkan pewarna biru berlian sebanyak 200 mg.

Berikut contoh-contoh pewarna sintetis yang dilarang untuk makanan dan dampak bagi kesehatan :

  • Rhodamin B pada zat pewarna dapat menyebabkan kanker, keracunan paru-paru, dan penyakit pada hidung, tenggorokan, serta usus.
  • Sunset Yellow pada zat pewarna dapat merusak kromosom.
  • Quinoline Yellow pada pewarna makanan, mengakibatkan hyperplasian, hypertrophy, dan carcinomas kelenjar tiroid.
  • Carmoisine pada zat pewarna, menjadi penyebab kanker hati serta menimbulkan alergi.
  • Ponceau 4R untuk pewarna makanan bisa menimbulkan anemia serta kepekatan hemoglobin.

5 thoughts on “Pewarna Alami Vs Pewarna Sintetik, Mana yang Lebih Berbahaya ?

  • 8 June 2016 at 07:05
    Permalink

    Terimakasih, literaturnya sudah memberikan tambahan wawasan untuk kami mengenai pewarna.

    Reply
    • 10 June 2016 at 07:58
      Permalink

      Sama-sama pak, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah membaca news website kami.

      Reply
  • 25 August 2016 at 11:24
    Permalink

    Untuk pewarna sintetik seperti ponceau 4R dan erytrosine pada makanan, apakah dapat terdegradasi oleh cahaya yang dapat menyebabkan pemudaran warna pada makanan?

    Reply
  • 14 August 2018 at 20:44
    Permalink

    utuk pewarna alami bisa di pastikan akan aman di konsumsi
    tapi kalau pewarna sintetiik sudah pasti kita akan ragu2, karena banyak bahan kimiaaa

    Reply
  • 26 September 2018 at 19:43
    Permalink

    Masih kurang jelas soal :
    1. Apa itu pewarna anato
    2. Perbedaan antara anato dan non anato
    3. Contoh dr anato dan non anato

    Terimakasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill the form to request catalog

We are glad that you preferred to contact us. Please fill our short form and one of our friendly team members will contact you back.

X
Request Catalog