Food Contamination Kit

FOOD CONTAMINATION KIT

 

Food Contamination Kit adalah rapid test kit untuk deteksi berbagai cemaran kimia, Fisika dan Mikrobiologi.

Makanan dan minuman adalah substansi yang sangat penting bagi kita.

Makanan dan minuman yang baik dan sehat adalah pangan yang tidak tercemar oleh materi materi kimia berbahaya, baik tercemar secara tidak sengaja ataupun proses tercemarnya sengaja dilakukan oleh oknum produsen yang tidak bertanggung jawab demi mengejar keuntungan semata, serta cemaran mikrobiologi yang disebabkan tidak hygiene nya proses produksi bahan makanan atau minuman atau cemaran mikrobiologi berasal bahan baku yang tidak baik/segar. Kita tidak bisa dengan hanya melihat atau menebak nebak, ini bahaya ini tidak tanpa melalukan test/uji terlebih dahulu.

Telah hadir Food Security Kit sebagai instrument Rapid Test Kit guna membantu para petugas pangan, praktisi pengamat makanan serta petugas sanitasi rumah sakit atau puskesmas ataupun pihak swasta serta professional lainnnya yang peduli akan pangan dan minuman sehat baik dan terjamin.

Food Contamination Kit

Terdiri dari Rapid test kit parameter sebagai Berikut :

DETEKSI KIMIA :

  • Deteksi Arsen
  • Deteksi Formalin
  • Deteksi Boraks
  • Deteksi Pestisida Residu
  • Deteksi Mercury (Hg)
  • Deteksi Bleaching Chlorine
  • Deteksi Rhodamin B
  • Deteksi Nitrat/Nitrit
  • Deteksi Pb/Lead
  • Deteksi Sintetik Dye

DETEKSI MIKROBIOLOGI :

  • Deteksi Total Bakteri
  • Deteksi Bakteri Coliform
  • Deteksi Bakteri E.Coli
  • Deteksi Yeast and Mold
  • Deteksi Pseudomonas Aureginosa ( optional )

DETEKSI FISIKA :

  • Deteksi Temperature
  • Deteksi Suhu
  • Deteksi lain lainnya ( optional )

 

Dilengkapi dengan accessories pelengkap

 

Tersedia Refill untuk masing masing parameter, untuk isian bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda

Hubungi kami untuk info lebih lanjut

Mengenai Brochure dan Harga harap hubungi marketing kami

 

SEKELUMIT TENTANG PANGAN SEHAT

Pangan merupakan kebutuhan vital makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Tidak hanya makanan, minuman pun dikategorikan ke dalam jenis pangan. Konsumsi makanan dan minuman yang cukup akan menjadi sumber pemenuhan energi dan gizi bagi tubuh manusia. Namun, jumlah asupan pangan yang dikonsumsi bukanlah dasar penilaian seseorang itu dapat dikatakan sehat.

Makanan dan minuman yang akan dikonsumsi harus mengikuti standar pangan yang sehat, aman, dan bergizi. Standar ini dapat dilihat dari proses penyediaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan konsumsi pangan itu sendiri oleh konsumen. Standar pangan yang sehat, aman dan bergizi di Indonesia dan umumnya di sebagian besar negara di dunia harus mengikuti standar mutu pengolahan pangan yang berlaku di negara tersebut.

 

Di Indonesia, proses standar pengolahan pangan ini telah diatur dengan baik oleh BadanPengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan LP POM MUI. Lalu bagaimana sebenarnya ciri-ciri pangan yang sehat, aman, dan bergizi.

 

Berikut penjelasannya :

Pertama, pangan yang sehat, aman dan bergizi adalah pangan yang mengandung zat gizi yang diperlukan seseorang untuk dapat hidup sehat dan produktif.Pangan (makanan dan minuman) tersebut harus bersih, tidak kadaluarsa, dan tidak mengandung bahan kimia dan mikroba yang berbahaya bagi kesehatan.

Kedua, pangan yang sehat, aman dan bergizi harus dapat memenuhi kebutuhan rata-rata kecukupan gizi dan protein. Berdasarkan PMK No. 75 Tahun 2013 tentang “Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia”, seseorang harus dapat memenuhi rata-rata kecukupan gizi dan protein 2150 kkal dan 57 g protein per hari pada tingkat konsumsi. Jumlah angka kecukupan gizi (AKG) ini ditentukan oleh kelompok umur, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan. Kurangnya jumlah kalori yang dikonsumsi berdampak pada kurangnya gizi sehingga individu yang bersangkutan lebih rentan sakit. Jumlah kalori berlebih pun juga membuat seseorang rentan terkena obesitas yang nantinya dapat menimbulkan penyakit baru seperti jantung koroner, stroke, gangguan pernapasan dan lain sebagainya.

Ketiga, pangan yang sehat, aman dan bergizi tidak boleh mengandung zat yang syubhat (meragukan) dan haram. Hal ini bukan disebabkan mayoritas warga Indonesia yang beragama Islam. Namun menurut LP POM MUI, pangan halal dan thoyib (baik) merupakan makanan yang high quality dari segi kandungan gizi, pengolahan dan cara mengkonsumsinya.

 

Apabila ketiga hal tersebut dapat diterapkan dengan baik bagi tiap warga Indonesia, maka impian pemerintah untuk mewujudkan bangsa yang maju, cerdas dan sehat dapat dengan mudah dicapai. Namun aktual di lapangan, tidak semua warga Indonesia peduli dengan apa yang mereka konsumsi. Menurut BPS (2012) sebanyak 11.37% (28.07 juta) warga Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan 2100 kkal per hari. Ditambah lagi beberapa kasus produk pangan yang muncul di media massa seperti brownies ganja, bakso boraks dan berformalin, pencampuran minyak babi, menambah buruk image produk pangan Indonesia.