Fun Working Internship Program

Apakah Anda sedang mengembangkan karir di dunia kerja ? Mau Magang dengan Honor Menarik ?

Jika Anda adalah orang tersebut, bergabunglah bersama kami di PT Purnama Laboratory. PT Purnama Laboratory adalah perusahaan terkemuka di bidang Rapid Test Kit For Food Safety & Water Test Kit sejak 2011 (Agen Tunggal untuk produk dari Eropa dan negara lainnya). Pelanggan kami meliputi instansi pemerintahan (kementrian, dinas, badan, dan instansi lainya) dan beberapa perushaan swasta se-Indonesia. Job Description:

  • Mengelola Sosial Media
  • Mengelola Website dan Blog
  • Membuat design brosur, kemasan, label dan lain-lain
  • Membantu aktivitas lain (Jika diperlukan)

Kualifikasi

  • Lulusan D3, S1 atau Mahasiswa/i Semester Akhir
  • Perempuan/ Laki-laki umur maks. 25 tahun (diutamakan muslim/ah dan tidak merokok)
  • IPK Minimal 2,8
  • Mampu berbahasa Inggris minimal aktif
  • Wajib mengikuti program penuh program magang sampai selesai
  • Selama 4-6 bulan
  • Aktif di Media Sosial
  • Aktif organisasi/komunitas
  • Berkemauan tinggi, pekerja keras, loyal dan mampu bekerja dengan target.

Benefit

  • Fun Development Program
  • Pengalaman Berharga
  • Berpeluang Menjadi Karyawan
  • Uang Saku Menarik

Hanya jika Anda memenuhi kualifikasi di atas, maka silahkan kirimkan CV dan data diri anda ke nunung@purnamala.com Note: Subject “Internship MD Team Purnamala”, cc ke email husmidar@gmail.com

Kabadan BPPSDMP: Perkuat Tiga Pilar untuk Percepatan Kedaulatan Pangan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang baru dilantik, Momon Rusmono menegaskan dirinya akan memperkuat tiga pilar utama yaitu pendidikan, penyuluhan dan pelatihan. Dengan memperkuat tiga pilar, kedaulatan pangan akan lebih cepat tercapai.

“Secara umum, jika kita berbicara BPPSDMP berarti mewujudkan petani, pekebun, peternak, aparat SDM Pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing guna percepatan pencapaian target-target kedaulatan pangan,” kata Momon yang dilantik Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi di Jakarta, Selasa (18/7).

Momon menjabarkan, program untuk pendidikan ada tiga hal yang menjadi pusat perhatian. Pertama, pihaknya akan mentransformasikan pendidikan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) dari sekolah khusus berorientasi pendidikan menjadi vokasi pertanian. Jadi STTP ke depan diubah menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian.

“Kita punya tiga Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) di Palembang, Kupang dan Banjarbaru. Kita juga akan tingkatkan kelembagaannya menjadi politeknik. Sehingga kedepannya Kementerian Pertanian (Kementan) akan memiliki 10 politeknik pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Kedua, program pendidikan tetap berorientasi regenerasi di petani melalui program-program penumbuhan wirausaha muda pertanian. Namun mahasiswa juga tetap dilibatkan dalam mengawal Upaya Khusus (UPSUS), dengan tujuan utamanya menumbuhkan minat pada generasi muda di sektor pertanian.

Dari aspek pendidikan yang ketiga, Momon mengaku akan tetap membina pendidikan menengah pertanian. Harapannya, akan dihasilkan wirausaha muda tingkat menengah tingkat menengah lulusan SMK.

Karena itu target untuk pendidikan, Momon berharap September tahun depan sudah bisa membuka program studi yang berorientasi pada pendidikan avokasi. Tahun ini semua masih berorientasi pada program studi penyuluhan. “Tahun depan kita akan berupaya keras, supaya sudah menerima program studi yang berorientasi pada rumpun ilmu pertanian terapan,” katanya.

Momon menjelaskan, sama seperti aspek pendidikan, aspek penyuluhan juga ada tiga orientasi. Pertama, bagaimana menggerakan penyuluhan di tingkat kelompok tani. Dengan berbagai upaya, semua kegiatan nanti akan diorientasikan di tingkat balai penyuluhan dan petani.

Kedua, memperkuat balai penyuluhan di tingkat kecamatan. Ketiga, dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, penyuluhan harus berorientasi pada teknologi informasi. “Jadi sistem informasi teknologi penyuluhan cyber extention akan ditingkatkan,” tambahnya. Karena itu untuk target penyuluhan, Momon berharap, kinerja penyuluhan di lapangan lebih optimal lagi.

Terkait pelatihan, Momon mengaku pihaknya, akan meningkatkan kualitas pelatihan berorientasi standar kompetensi, sehingga sertifikasi profesi di sektor tenaga pekerja pertanian akan menjadi skala prioritas. Kedua, akan ditumbuhkembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

“Dari aset pelatihan juga akan kita tingkatkan pelatihan-pelatihan yang lebih dekat ke kebutuhan tenaga kerja, sehingga orientasinya on the job training. Jadi pelatihan yang dekat ke permasalahan,” katanya seraya mengungkapkan, target bidang pelatihan adalah agar kompetensi peserta pelatihan lebih meningkat.  Tia

Editor : Yulianto

Sumber: Tabloid Sinar Tani edisi Selasa, 18 Juli 2017

 

Fill the form to request catalog

We are glad that you preferred to contact us. Please fill our short form and one of our friendly team members will contact you back.

X
Request Catalog